Bengkulu Utara, Kupasnews.com — Menyadari pentingnya akses jalan yang memadai, Pemerintah Desa (Pemdes) Durian Daun, Kecamatan Lais, Kabupaten Bengkulu Utara, dengan sigap merealisasikan pembangunan jalan rabat beton yang dirancang untuk mendukung perluasan pemukiman dan mendorong pertumbuhan ekonomi warga.
Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Lilis Susianto, pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik semata, melainkan langkah strategis membangun fondasi ekonomi masa depan bagi Desa Durian Daun.
Jalan rabat beton tersebut terletak di areal pengembangan permukiman, di mana kebutuhan akan hunian baru semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk desa yang kini telah mencapai 673 jiwa.
“Kami menyadari bahwa pengembangan pemukiman memerlukan infrastruktur yang memadai. Oleh karena itu, pembangunan jalan rabat beton ini kami laksanakan dengan volume yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Hal ini mengacu pada stabilitas perekonomian masyarakat dan anggaran Dana Desa (DD) tahun ini,” ujar Lilis Susianto, Kepala Desa Durian Daun, saat diwawancarai pada 21 Agustus 2024.
Infrastruktur Maju, Pemukiman Meluas

Pembangunan jalan rabat beton tahap II ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 83 juta lebih, bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2024. Dengan volume panjang 142 meter, proyek ini bertujuan membuka akses baru menuju kawasan pengembangan pemukiman, yang nantinya diharapkan mampu menampung kebutuhan lahan hunian baru bagi warga.
“Langkah ini merupakan bagian dari persiapan jangka panjang. Mengingat tingginya harga lahan di jalur poros utama, kami berinisiatif membuka akses baru agar masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, memiliki kesempatan mendapatkan lahan hunian yang layak. Semuanya dikerjakan dengan sistem swakelola agar lebih efektif dan efisien,” terang Andri Susanto, Sekretaris Desa Durian Daun.
Langkah ini pun mendapatkan dukungan penuh dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Durian Daun. Ketua BPD, Mulhakim, menegaskan bahwa pembangunan jalan ini telah lama direncanakan, mengingat tingginya permintaan lahan permukiman yang semakin sulit dijangkau warga.
“Alhamdulillah, pembangunan jalan rabat beton ini sudah selesai dikerjakan secara swakelola. Kami berharap jalan ini dapat memperluas akses pemukiman baru dan menciptakan peluang ekonomi bagi warga,” ujar Mulhakim.
Dampak Ekonomi dan Sosial yang Berkelanjutan
Dampak pembangunan jalan ini diproyeksikan meluas ke berbagai sektor kehidupan. Dengan terbukanya akses ke kawasan permukiman baru, aktivitas ekonomi warga akan semakin hidup. Warga yang sebelumnya terkendala akses transportasi kini dapat lebih mudah mengangkut hasil panen, barang dagangan, hingga kebutuhan logistik harian.
Lebih dari itu, proyek ini juga menjadi wujud nyata prinsip pembangunan dari, oleh, dan untuk rakyat. Dengan sistem swakelola, keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan meningkat, menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama.
Menuju Desa Mandiri dan Berdaya Saing
Pembangunan infrastruktur jalan rabat beton di Desa Durian Daun bukan sekadar proyek sekali jalan. Ini adalah langkah awal menuju transformasi desa yang lebih mandiri dan berdaya saing. Kepala Desa Lilis Susianto berharap, ke depan, desa ini dapat menjadi contoh pengelolaan dana desa yang efektif dan tepat sasaran.
“Pembangunan ini kami lakukan demi kesejahteraan warga. Jika jalan bagus, aktivitas ekonomi berjalan lancar. Masyarakat akan semakin produktif, dan desa pun akan semakin maju,” pungkas Lilis.
