Kupasnews.com- Sebagai salah satu tokoh terkemuka di bidang hukum dan peradilan Indonesia, Ketua Mahkamah Agung (MA), Sunarto, memiliki latar belakang akademis yang solid dan pengalaman profesional yang luas.

Berikut ini profil dan rekam jejak Ketua MA yang telah dilantik Presiden Prabowo Subianto dari berbagai sumber yang dirangkum Kupasnews.com.

Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H lahir pada 11 April 1959 di Sumenep, Madura, Jawa Timur. Ia dilantik sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia pada 22 Oktober 2024.

Sebelum menjabat sebagai Ketua MA, Sunarto menjabat sebagai Wakil Ketua MA Bidang Yudisial sejak 3 April 2023 hingga 16 Oktober 2024.

Karier Sunarto di dunia peradilan dimulai saat ia diangkat menjadi Hakim Agung pada tahun 2015. Setelah itu, ia dipercaya sebagai Ketua Kamar Pengawasan MA RI pada 2017 dan Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial pada 2018.

Pengalaman yang luas dalam berbagai posisi strategis ini menunjukkan dedikasinya yang tinggi terhadap penguatan sistem peradilan di Indonesia.

Ia dikenal sebagai pemimpin yang memiliki visi dan misi yang jelas untuk memperbaiki sistem hukum dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

Prestasi dan Kontribusi

Sebagai seorang akademisi, Sunarto dikenal produktif dengan sejumlah publikasi yang signifikan. Karya-karyanya berfokus pada peran hakim dan reformasi birokrasi di lembaga peradilan, serta berbagai isu hukum yang relevan. Beberapa publikasi pentingnya meliputi:

Peran Aktif Hakim dalam Perkara Perdata (2014), yang mengkaji pentingnya peran hakim dalam menyelesaikan perkara perdata secara efektif.

Batas Kewenangan Mengawasi Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial (2019), yang menyoroti tantangan dalam pengawasan lembaga peradilan.

Penghargaan dan Pengakuan

Pada 10 Juni 2024, Sunarto dianugerahi gelar guru besar kehormatan atau honoris causa dari Universitas Airlangga (HCUA) atas dedikasi dan sumbangsihnya terhadap ilmu hukum di Indonesia.

Dalam pengukuhannya sebagai guru besar kehormatan, ia membawakan orasi ilmiah berjudul “Makna Penegakan Hukum dan Keadilan dalam Perkara Perdata”, yang menggambarkan komitmennya terhadap penegakan hukum dan keadilan di Indonesia.

Keterlibatan Internasional

Sunarto aktif dalam forum-forum nasional dan internasional yang bertujuan untuk memperkuat integritas peradilan. Ia berpartisipasi dalam acara-acara seperti:

Regional Workshop on Judicial Integrity di Asia Tenggara: Sebuah forum yang membahas isu-isu integritas di peradilan regional.

High-Level Judicial Integrity Expert Group Meeting di Bangkok: Sebuah pertemuan tingkat tinggi yang membahas praktik terbaik dan tantangan dalam integritas peradilan di tingkat internasional.

Keterlibatannya di forum internasional ini tidak hanya meningkatkan wawasan pribadi tetapi juga memperkuat reputasi Indonesia dalam hal integritas peradilan di mata dunia.

Kontroversi dan Tantangan

Meskipun memiliki reputasi baik, Sunarto tidak terlepas dari kontroversi dan tantangan yang dihadapi oleh lembaga peradilan di Indonesia.

Kritik terkait transparansi, akuntabilitas, dan reformasi birokrasi sering kali menghiasi berita seputar MA.

Banyak pihak berharap kepemimpinan Sunarto akan mampu menjawab isu-isu tersebut dan memberikan solusi konkret untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

Tantangan lain yang dihadapi adalah kasus-kasus korupsi yang masih menjadi masalah besar dalam sistem peradilan.

Sunarto diharapkan dapat mengimplementasikan kebijakan dan langkah-langkah yang efektif untuk menanggulangi masalah ini dan memperbaiki citra peradilan yang sering dipandang negatif oleh masyarakat.

Jejak Digital dan Pengaruh

Jejak digital Sunarto terlihat melalui publikasi yang ditulisnya serta partisipasinya dalam seminar dan konferensi.

Karyanya dan pengalamannya di forum internasional mencerminkan visinya untuk meningkatkan kualitas dan integritas peradilan di Indonesia.

Ia juga berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat tentang hak-hak hukum mereka, yang menunjukkan upayanya untuk menjadikan peradilan lebih mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Melalui berbagai publikasi dan kehadirannya di media sosial, Sunarto membagikan pemikiran dan pandangannya mengenai pentingnya integritas dalam sistem hukum.

Dengan pendekatan yang transparan dan proaktif, Sunarto diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam sistem peradilan Indonesia.

Ia memiliki tanggung jawab besar untuk menjalankan tugasnya sebagai Ketua MA dengan baik, menghadapi tantangan yang ada, dan mengukuhkan posisi MA sebagai lembaga peradilan yang terpercaya dan akuntabel di Indonesia.***