Kupasnews.com- Musim pancaroba sering kali membawa berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah meningkatnya kasus influenza atau flu.

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru.

Seperti yang dilaporkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), influenza sangat mudah menular terutama pada hari-hari awal seseorang terinfeksi, membuat flu menjadi salah satu penyakit pernapasan yang harus diwaspadai, terutama di musim peralihan.

Gejala flu dan Perbedaannya dengan Pilek

Flu sering kali disalahartikan sebagai pilek, tetapi keduanya adalah dua kondisi berbeda yang dipicu oleh virus yang berbeda pula.

Menurut Mayo Clinic, pilek biasanya berkembang perlahan dengan gejala ringan seperti hidung meler atau tersumbat, bersin-bersin, dan nyeri ringan di tubuh, yang umumnya tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Berbeda dengan influenza, pilek jarang menyebabkan komplikasi serius, sementara flu dapat memicu peradangan pada paru-paru hingga risiko kematian jika tidak ditangani dengan benar.

Pada influenza, gejala dapat muncul secara tiba-tiba dan lebih parah, meliputi demam tinggi, nyeri otot, batuk yang berkepanjangan, sakit kepala, hingga kelelahan berat yang bisa bertahan hingga beberapa minggu.

Seperti yang dijelaskan oleh Johns Hopkins Medicine, gejala influenza akan mulai membaik setelah 3–4 hari, tetapi beberapa gejala seperti batuk bisa berlangsung hingga dua minggu atau lebih.

Bagaimana Influenza Menyebar?

Virus influenza menyebar melalui droplet yang terlepas saat pengidapnya batuk, bersin, atau berbicara.

Menurut penelitian dari World Health Organization (WHO), virus dapat dengan mudah berpindah melalui udara dan bertahan di permukaan benda selama beberapa waktu.

Orang yang terinfeksi bisa menularkan virusnya sehari sebelum gejala muncul hingga lima hingga tujuh hari setelah gejala pertama kali terlihat, memperlihatkan betapa mudah dan cepatnya virus ini menyebar di lingkungan.

Penyebaran flu juga dapat terjadi melalui kontak tidak langsung, seperti menyentuh permukaan yang telah terkontaminasi virus.

Oleh karena itu, WHO merekomendasikan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dengan pengidap flu, serta menggunakan masker sebagai langkah pencegahan yang penting, terutama di ruang publik.

Siapa Saja yang Rentan Terhadap Flu?

Meskipun influenza bisa menyerang siapa saja, ada beberapa kelompok yang lebih rentan dan berisiko mengalami komplikasi serius. CDC mengidentifikasi beberapa kelompok yang termasuk dalam kategori risiko tinggi, yaitu:

Anak-anak dan balita, karena sistem kekebalan tubuh mereka yang belum sempurna.

Lansia (usia di atas 65 tahun) yang cenderung memiliki kekebalan tubuh yang lebih rendah.

Wanita hamil atau yang baru saja melahirkan.

Orang dengan penyakit kronis seperti diabetes, asma, penyakit jantung, dan obesitas.

Individu dengan sistem kekebalan yang lemah, misalnya pengidap HIV atau mereka yang sedang menjalani kemoterapi.

Pekerja di fasilitas umum yang berinteraksi dengan banyak orang, seperti petugas kesehatan, guru, dan pekerja di pusat perbelanjaan.

Bagi kelompok-kelompok ini, flu bisa menimbulkan komplikasi serius, seperti radang paru-paru atau bahkan kegagalan organ, terutama jika tidak segera ditangani.

Pentingnya Vaksinasi dan Pencegahan Influenza

Menghadapi ancaman influenza setiap tahunnya, World Health Organization (WHO) menegaskan pentingnya vaksinasi tahunan.

Vaksin flu diberikan berdasarkan prediksi jenis virus yang akan menyebar di musim tertentu, sehingga bisa memberikan perlindungan optimal terhadap jenis virus flu yang dominan.

Selain vaksinasi, WHO juga merekomendasikan kebiasaan-kebiasaan sehat seperti:

1. Menjaga kebersihan tangan, baik dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, terutama setelah menyentuh benda di tempat umum.

2. Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, atau memakai masker jika harus berinteraksi dengan mereka.

3. Memastikan kebersihan dan sanitasi ruangan, untuk mencegah virus menempel pada permukaan-permukaan yang sering disentuh.

4. Menghindari menyentuh wajah tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, mengingat virus dapat masuk melalui mulut, hidung, atau mata.

Dengan vaksinasi dan kebiasaan hidup sehat, risiko terpapar influenza bisa diminimalisir, terutama bagi mereka yang berada di kelompok rentan.***