Kupasnews.com, Magelang — Dalam suasana yang penuh kebanggaan dan semangat patriotisme, Presiden RI Prabowo Subianto memimpin upacara Parade Senja yang berlangsung di Lapangan Pancasila, Graha Utama Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, Jumat (25/10) sore.
Meski hujan deras mengguyur kawasan tersebut, Prabowo dan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih tak gentar dan tetap hadir untuk menghormati acara tersebut.
Tepat pukul 17:30 WIB, Parade Senja dimulai dengan pengecekan pasukan oleh Presiden Prabowo, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Upacara ini melibatkan gabungan taruna dari tiga matra TNI, yaitu TNI AD, TNI AU, dan TNI AL, serta Polri. Di bawah guyuran hujan, Prabowo turun ke lapangan bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Samsoeddin, Panglima TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk menginspeksi barisan taruna yang berbaris dengan penuh disiplin dan keteguhan.
Di tengah hujan deras, Prabowo menyampaikan kata-kata yang membangkitkan semangat para taruna.
“Saya bangga dengan kalian semua. Jika anak buah rela basah-basahan, pemimpin juga harus turut basah,” ujar Prabowo, sembari menekankan prinsip kepemimpinan “ing ngarso sung tulodo” yang berarti “di depan memberi teladan.”
Dalam rangkaian inspeksi tersebut, Prabowo bersama para pejabat tinggi menaiki kendaraan taktis Maung 1, diikuti tiga kendaraan Maung lainnya yang mengangkut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan beberapa menteri kabinet.
Diiringi lagu nasional “Halo-Halo Bandung,” iring-iringan ini menyusuri barisan pasukan yang berdiri tegap dan gagah di bawah hujan, menciptakan suasana penuh heroisme yang menggugah hati.
Setelah inspeksi pasukan, Prabowo mengajak semua yang hadir untuk mengheningkan cipta, mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur demi membela bangsa dan negara.
“Marilah kita menundukkan kepala dan mengenang para pahlawan yang telah berjuang untuk kedaulatan dan kehormatan Indonesia. Mengheningkan cipta, mulai,” seru Prabowo, dengan nada penuh penghormatan yang menciptakan suasana haru di lapangan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan defile para taruna yang memperlihatkan formasi barisan yang rapi dan disiplin tinggi.
Pertunjukan ini diiringi dengan aksi Genderang Suling Canka Lokananta dari Akademi Militer yang memainkan irama penuh semangat, menggemakan kebanggaan dan kecintaan pada tanah air.
Upacara Parade Senja ini ditutup pada pukul 18:35 WIB, namun meninggalkan kesan mendalam bagi para taruna dan seluruh undangan yang hadir.
Kehadiran Prabowo, para pejabat tinggi, serta semangat juang para taruna di tengah hujan deras menjadi simbol keteguhan dan pengabdian yang tulus untuk Indonesia.
