KUPASnews.com – Peristiwa yang memilukan di tengah panasnya konflik agraria kembali terjadi di Bengkulu Selatan. Insiden yang melibatkan karyawan PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) dan Forum Masyarakat Pino Raya (FMPR) telah mencapai titik nadir dengan munculnya dugaan kekerasan hingga penembakan, yang menyebabkan adanya korban jiwa dan memicu ketegangan sosial di wilayah tersebut.
Kasus ini sontak mendapat perhatian serius dari aparat keamanan tertinggi di provinsi ini. Polda Bengkulu menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa penegakan hukum akan berjalan tanpa pandang bulu, menjadi penyejuk di tengah api konflik yang membara.
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol. Andy Pramudya Wardana menyampaikan pesan resmi dari Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, yang menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut.
Dalam keterangan resminya, Polda Bengkulu berjanji untuk mengusut tuntas peristiwa penembakan dan kekerasan yang diduga terjadi.
“Polda Bengkulu akan mengusut tuntas peristiwa penembakan tersebut. Semua fakta akan digali secara menyeluruh untuk memastikan keadilan dapat ditegakkan,” ujar Kombes Pol. Andy Pramudya Wardana, Selasa (25/11/2025).
Komitmen yang ditekankan adalah proses hukum yang profesional, objektif, dan transparan. Institusi Polri berjanji untuk tidak memihak kepada entitas mana pun—baik itu pihak korporasi PT ABS maupun FMPR yang mewakili masyarakat. Mereka menjamin hasil penyelidikan akan disampaikan secara terbuka kepada publik.
Di samping penegakan hukum, fokus utama Polda Bengkulu adalah meredam ketegangan dan menjaga kondusivitas wilayah. Polri menyadari, konflik yang merembet ke tindakan kriminal dapat menimbulkan dampak sosial yang lebih luas dan merusak tatanan hubungan antarwarga.
Oleh karena itu, upaya pendekatan persuasif, komunikasi yang harmonis, dan pemberian ruang dialog terbuka terus diupayakan sebagai langkah penyelesaian holistik. Polri mengajak seluruh pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi.
“Di tengah proses penyelidikan yang berjalan, kami berharap semua pihak tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Keselamatan dan rasa aman masyarakat adalah prioritas utama kami,” tambah Kabid Humas, menegaskan bahwa kehadiran Polri adalah untuk menenangkan, bukan memperkeruh keadaan.
Sikap tegas Polda Bengkulu tidak hanya berhenti pada penangkapan dan penyidikan. Institusi ini juga memegang peranan penting dalam memulihkan tatanan sosial yang sempat memanas.
Polda Bengkulu menyatakan akan terus berkoordinasi erat dengan Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak terkait lainnya. Tujuannya adalah menciptakan suasana damai dan menyatukan kembali hubungan sosial yang sempat retak akibat konflik berkepanjangan ini.
Dengan langkah ganda—penegakan hukum yang tegas dan pendekatan sosial yang humanis—diharapkan situasi di Pino Raya dapat kembali kondusif, masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan tenang, dan yang terpenting, solusi terbaik yang adil dan berkelanjutan dapat terwujud bagi semua pihak.***
