KUPASnews.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara melalui Sekretariat Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP) menggelar rapat lanjutan terkait proyek strategis pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Transmigrasi Lagita, Kecamatan Ketahun.

Rapat yang berlangsung di Tata Bakery dan Eatery, Kota Bengkulu ini membahas tuntas progres fisik dan rencana tahap berikutnya. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Forum TJSLP sekaligus Kepala Bapperida, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Kuasa Direktur PT Pulau Batu Intan, serta Wakil Direktur CV Sakon Studio.

Proyek Sekolah Rakyat ini merupakan langkah nyata dalam mengimplementasikan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 mengenai Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Program ini menempatkan sektor pendidikan sebagai fondasi utama untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi secara jangka panjang.

Dalam laporannya, PT Pulau Batu Intan selaku pelaksana pekerjaan mengonfirmasi bahwa pengerjaan pematangan lahan seluas 2,6 hektare pada Tahap I telah selesai 100 persen. Proyek ini dibiayai sepenuhnya melalui pendanaan program TJSLP (CSR) perusahaan.

Menanggapi capaian tersebut, pimpinan rapat meminta agar proses administrasi pembayaran segera direalisasikan sebagai bentuk percepatan pengerjaan.

Selain itu, langkah koordinasi langsung diarahkan pada persiapan tahap selanjutnya. Pihak konsultan perencanaan, CV Sakon Studio, diinstruksikan untuk segera menyusun dokumen perencanaan pekerjaan pematangan lahan Tahap II di lokasi yang sama (KTM Lagita).

Hal ini dilakukan guna memastikan kesinambungan pembangunan fisik sebelum fasilitas pendidikan tersebut resmi didirikan.

Dengan tuntasnya pematangan lahan ini, Pemkab Bengkulu Utara optimistis kehadiran Sekolah Rakyat di kawasan transmigrasi akan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia dan ekonomi masyarakat setempat.