KUPASnews.com – Sebuah aksi pencurian di Medan, Sumatera Utara, viral di media sosial setelah pelaku meninggalkan sepucuk surat di rumah korbannya. 

Peristiwa tersebut terjadi saat rumah ditinggal pemiliknya untuk mudik Lebaran selama lima hari.

“Rumah ditinggal mudik 5 hari, eh pulang-pulang dapat surat cinta dari maling. Antara masu sedih tapi ada geli-gelinya,” tulis pengunggah video di akun TikTok @deswitasari72, dikutip pada Senin, 30 Maret 2026.

Maling Mengaku Butuh Uang untuk Ongkos Balik

Dalam foto surat yang diunggah, pelaku mengaku terpaksa melakukan pencurian tersebut karena membutuhkan uang. 

Ia menyebut orang tuanya di Pekanbaru, Riau sedang sakit, tapi tidak punya cukup biaya untuk pulang ke rumah.

“Maaf sebelumnya buat kakak atau abang. Saya terpaksa lakukan ini, saya cuma butuh duit aja buat ongkos saya pulang ke Pekanbaru karena orang tua saya sakit,” tulis maling tersebut.

“Sebelumnya saya minta maaf, abang dan kakak,” lanjutnya.

Pelaku juga meninggalkan pesan harapan agar pemilik rumah mendapatkan rezeki yang lebih baik ke depannya.

“Saya doakan semoga banyak rezeki abang dan kakak, aamiin. Sekali lagi saya minta maaf, abang dan kakak,” tukasnya.

Pintu Rumah Tak Rusak, Maling Masuk Rumah Lewat Plafon

Dari unggahan lanjutan, diketahui pelaku masuk ke dalam rumah melalui plafon bagian atas. Pemilik akun menjelaskan bahwa korban sebenarnya adalah adiknya.

“Kemarin baru pulkam, dia nelepon aku sampai rumah udah berantakan, cuma pintu nggak dibobol. Malingnya dari atas loteng, masuk, terus ke bawah, terus ke kamar dan membobol lemari,” ucap pemilik akun.

Uang Sedekah Subuh dan Modal Dagang Raib

Akibat kejadian tersebut, adik pemilik akun kehilangan uang sekitar Rp1 juta lebih dan satu unit telepon genggam. 

Uang yang hilang di antaranya merupakan celengan sedekah subuh yang rencananya akan disumbangkan ke yayasan anak yatim serta uang tabungan lainnya.

“Uang yang hilang itu sekitar Rp1 juta lebih, terus uang yang hilang salah satunya celengan sedekah subuh adikku untuk ke yayasan anak yatim gitu, kan ini celengannya bisa dibuka. Terus ada uang-uang di celengan dia lainnya, yang Rp100 perak, Rp500 perak, seribuan itu dibawa setempat-tempatnya,” terangnya.

Selain itu, uang modal untuk berjualan martabak juga hampir ikut diambil, namun sengaja disisihkan di rumah karena khawatir terpakai saat Lebaran.

“Terus ada uang buat modal jualan mereka, kan adikku jualan martabak gitu, jadi uang modalnya itu. Kenapa nggak dibawa, namanya kan lebaran, takutnya uangnya kepakai, jadi disisihkannya di rumah,” sambungnya tentang video yang kini viral diputar lebih dari 4,5 juta kali penayangan.

Secara keseluruhan, kerugian yang dialami korban, termasuk satu unit telepon genggam yang hilang, diperkirakan mencapai sekitar Rp1,8 juta.

“Ini juga jadi pelajaran juga buat temen-temen dan waspada buat hati-hati di manapun apalagi kalau musim Lebaran,” pungkasnya.***