Kupasnews.com, Finansial — RSUD Sanjiwani Gianyar kini menjelma menjadi pusat rujukan layanan kesehatan bagi wilayah Bali Timur. 

Transformasi besar ini didorong oleh pemanfaatan pembiayaan daerah reguler dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI), yang juga mencatat sektor rumah sakit sebagai pengguna pembiayaan terbesar kedua setelah jalan dan jembatan.

Sejak 2016, Pemkab Gianyar telah memanfaatkan pembiayaan publik dari PT. SMI melalui tiga skema besar. 

Pertama, pinjaman reguler senilai Rp150 miliar digunakan untuk pembangunan gedung, pengadaan alat kesehatan (alkes) di Unit Gawat Darurat (UGD), 15 klinik, ruang operasi, dan fasilitas lainnya. 

Langkah ini diikuti dengan Pinjaman PEN 2020 sebesar Rp82 miliar dari total plafon Rp134 miliar, yang dialokasikan untuk pembangunan gedung pelayanan dan pengadaan alkes di poli umum, mata, THT, dan radiologi. 

Terakhir, Pinjaman PEN 2021 sebesar Rp94,5 miliar dari plafon Rp343 miliar dipergunakan untuk perluasan Poliklinik Eksekutif dan pengadaan alkes tambahan.

Hasil dari pengembangan bertahap ini terlihat nyata. Jumlah poliklinik bertambah dari 18 menjadi 29 unit, kapasitas tempat tidur meningkat, dan angka kematian di tujuh kecamatan Gianyar berhasil ditekan. 

Peningkatan fasilitas dan layanan membuat jumlah kunjungan pasien rawat jalan melonjak 61,5%, sementara pendapatan RSUD Sanjiwani tumbuh 192,55% dari 2019 hingga 2023.

 “Rata-rata kunjungan ke poliklinik rawat jalan mencapai 400 pasien per hari. Sebagian besar pasien adalah rujukan dari RS swasta dan puskesmas,” ungkap Direktur Utama RSUD Sanjiwani, dr. Nyoman Bayu Widhiartha, M.M. Jumat, (12/12/2024)

Fasilitas unggulan yang menjadi daya tarik utama adalah subspesialis ginjal dan hipertensi di poliklinik penyakit dalam. 

Layanan ini satu-satunya di Bali Timur, memperkuat posisi RSUD Sanjiwani sebagai pusat rujukan utama. Untuk meningkatkan layanan, RSUD Sanjiwani diperkuat 72 dokter spesialis dan subspesialis, 43 dokter umum, dan 10 dokter gigi, dengan rencana kehadiran dokter spesialis bedah saraf pada 2025.

Dampak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Tak hanya memberikan manfaat di sektor kesehatan, pengembangan RSUD Sanjiwani juga berdampak pada ekonomi lokal. 

Proyek pengembangan tahun 2020 dan 2021 menciptakan lapangan kerja bagi 195 orang (75 di 2020 dan 120 di 2021) dengan pembelian bahan baku lokal senilai Rp49 miliar. 

Sementara pembangunan Poliklinik Eksekutif dan rehabilitasi fasilitas lainnya pada 2021 mampu mempekerjakan 640 tenaga kerja dengan pembelian bahan baku lokal senilai Rp19 miliar.

Apresiasi dari PT. SMI

Keberhasilan RSUD Sanjiwani mengelola pembiayaan ini mendapatkan apresiasi dari Direktur Utama PT. SMI, Reynaldi Hermansjah. 

“Kami sangat bergembira melihat bagaimana pinjaman ini dimanfaatkan. Semua fasilitasnya terawat dengan baik, bahkan kebersihan di pojok-pojok ruangan pun diperhatikan,” ujar Reynaldi saat mengunjungi RSUD Sanjiwani, 11 Desember 2024.

Masa Depan Cerah RSUD Sanjiwani

Melihat pencapaian yang sudah diraih, RSUD Sanjiwani Gianyar siap melangkah ke tahap berikutnya. 

Fokus utama ke depan adalah memperkuat layanan bedah saraf dan bedah toraks kardiak vaskular (BTKV) dengan membangun ruang operasi khusus. 

Dengan dukungan pembiayaan dan pengelolaan yang tepat, RSUD Sanjiwani terus bertransformasi menjadi pilar kesehatan bagi masyarakat Bali Timur, membawa harapan baru bagi layanan kesehatan di Pulau Dewata.***