KUPASnews.com  – Pemerintah Desa Padang Sepan, Kecamatan Tanjung Agung Palik, Bengkulu Utara bergerak cepat menjawab tantangan pembangunan. 

Tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada isu-isu krusial seperti stunting, ketahanan pangan, dan transparansi pengelolaan desa.

“Seperti program stunting, kegiatan ini tidak sekadar teori—makanan tambahan bergizi tinggi langsung dibagikan kepada anak-anak sebagai bentuk intervensi gizi,”  tegas Kepala Desa Padang Sepan, Emron,  Jumat (2/5/2025).

“Tentunya kolaborasi dengan BKKBN dan bidan desa menjadi kunci keberhasilan program ini. Data terbaru menunjukkan penurunan angka stunting, meski tantangan masih ada,” tambah Emron.

Tak hanya itu, Pemerintah Desa Padang Sepan kembali menunjukkan komitmennya. Sebanyak 195 warga menerima Beras Cadangan Pemerintah (CBP). 

Bantuan ini diserahkan langsung ke masyarakat dengan sistem pendataan ketat untuk memastikan tepat sasaran.

Program ini kerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Utara juga menghasilkan pemasangan stiker Program Keluarga Harapan (PKH). 

“Stiker ini bukan sekadar label, tapi edukasi. Masyarakat yang ekonominya sudah membaik diharapkan secara sadar mengundurkan diri agar bantuan sampai ke yang lebih membutuhkan,” jelas Emron.

Selain itu, kemajuan Desa Padang Sepan tidak berhenti di program sosial. Pemerintah desa menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Pengelolaan Aset Desa (SIPADES) dan Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) berbasis web.

Langkah ini diambil untuk memastikan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

“Kemajuan desa ada di tangan para operator, pengelolaan yang baik,  tentunya menghindari masalah hukum,” jelas Kades Emron.

Desa Padang Sepan mungkin kecil di peta, tetapi langkahnya gigih. Dari pencegahan stunting, penyaluran bantuan pangan, hingga penguatan sistem pemerintahan—semua dilakukan dengan prinsip “membangun dari bawah”.

“Kami tidak ingin hanya jadi pelaku pasif. Desa harus mandiri, sehat, dan transparan,” tandas Imron, menutup percakapan.***