KUPASnews.COM – Pemerintah Desa Talang Curup, Kecamatan Kerkap Bengkulu Utara bergerak dinamis mengoptimalkan program pemerintah untuk kesejahteraan warganya.
Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Sudianto, berbagai inisiatif digulirkan—mulai dari bantuan tunai, pembangunan infrastruktur, hingga pemberdayaan manusia.
Salah satunya, program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) menjadi nafas baru bagi warga kurang mampu di Talang Curup.
Bantuan ini tidak hanya sekadar suntikan dana, tetapi juga menjadi modal usaha kecil dan penopang kebutuhan dasar keluarga.
Pendataan ketat dilakukan oleh aparatur desa bersama tim verifikasi independen untuk menghindari penyimpangan.
“BLT DD adalah bukti nyata kehadiran negara di pelosok desa. Kami pastikan bantuan tepat sasaran,” kata Kepala Desa Talang Curup, Sudianto, Selasa (6/5).
Jalan Rabat Beton: Infrastruktur untuk Kemajuan
Jalan usaha tani menjadi titik terang bagi akses transportasi warga. Pemerintah desa membangun jalan rabat beton menghubungkan pemukiman warga dengan lahan pertanian.
“Dulu jalan becek saat hujan, sekarang anak-anak sekolah bisa berjalan nyaman. Ini langkah awal untuk mendorong perekonomian desa,” ujar Sudianto sambil menunjuk jalan yang telah selesai dikerjakan.
Pelatihan Perlindungan Anak dan Sosialisasi Narkoba: Investasi Generasi Muda
Tak hanya itu, guna menyadari ancaman narkoba dan kekerasan terhadap anak, pemerintah desa mengadakan pelatihan bagi remaja. Puluhan pemuda antusias mengikuti materi tentang bahaya narkoba dan hak-hak anak.
“Kami ingin pemuda desa jadi pelopor perubahan, bukan korban narkoba atau kekerasan,” tegas Sudianto.
Perang Melawan Stunting: Penyuluhan untuk Ibu Hamil dan Balita
Mirip dengan Desa lainnya, Talang Curup juga serius menangani stunting. Bekerja sama dengan puskesmas, bidan desa, dan tim pendamping keluarga, penyuluhan gizi dan pemeriksaan kesehatan rutin digelar.
“Kami targetkan angka stunting turun 50% dalam dua tahun. Caranya dengan intervensi gizi dan edukasi pola asuh,” jelas Sudianto.
Menguatkan Aparatur Desa: Pelatihan Pengelolaan Data IDM
Selain itu, untuk mendukung tata kelola desa yang transparan, diadakan pelatihan kapasitas bagi perangkat desa dalam mengelola Data Indeks Desa Membangun (IDM).
“Desa maju butuh data akurat. Pelatihan ini membuat kami lebih profesional dalam merencanakan pembangunan,” kata Kades.
Dari BLT DD yang menggerakkan ekonomi warga, jalan beton yang memudahkan mobilitas, hingga pelatihan yang memberdayakan—Desa Talang Curup membuktikan bahwa dana desa bisa menjadi katalisator perubahan.
“Kami tidak ingin hanya jadi penerima bantuan, tapi pelaku pembangunan,” pungkas Sudianto dengan semangat.***
