KUPASnews.com – Pengembangan ekonomi desa bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang membutuhkan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. 

Dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal, desa dapat bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan yang mandiri dan berkelanjutan. 

Salah satu strategi utamanya adalah penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan dan pendampingan.

“Membangun desa berarti membangun kemandirian. Kita tidak hanya menunggu bantuan, tetapi menciptakan peluang,” tegas Kepala Desa Sengkuang, Sanimo Brata Laksana, Jumat (9/5).

Selain itu, kata Sanimo, program sebelumnya seperti ketahanan pangan hewani seperti budidaya Ikan Nila dan ketahanan pangan nabati melalui bibit pepaya california adalah langkah awal. 

Selanjutnya, infrastruktur seperti jalan usaha tani, rabat beton, dan pembukaan badan jalan harus terus dikembangkan agar akses ekonomi masyarakat semakin lancar,” ujarnya.

Dengan program terencana ini, desa tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen yang mampu menggerakkan perekonomian lokal. 

Kemandirian desa akan terwujud jika seluruh elemen masyarakat bersinergi, mulai dari optimalisasi sumber daya alam hingga penguatan SDM.

“Desa maju adalah desa yang warganya berdaya, infrastrukturnya memadai, dan ekonominya tumbuh dari bawah,” pungkas Sanimo Brata Laksana, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kemandirian desa.

Melalui langkah-langkah konkret ini, pembangunan desa bukan lagi impian, tetapi realitas yang terus bergerak menuju kesejahteraan berkelanjutan.***