KUPASNEWS.com – Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan dua remaja lawan jenis terciduk dalam kondisi tidak pantas di dalam mushola kawasan wisata Pantai Logending, Kebumen, Jawa Tengah.
Dalam unggahan Instagram @feedgramindo pada Kamis, 2 April 2026, dilaporkan kedua remaja tersebut ditemukan tertidur dalam kondisi berpelukan di dalam mushola.
Dalam rekaman video, seorang warga terlihat membawa ember berisi air dan menyiramkannya ke arah keduanya.
“Tidur berpelukan di dalam mushola, pasangan muda-mudi di Kebumen disiram air,” demikian tertulis dalam postingan tersebut.
Peristiwa tersebut kemudian menarik perhatian publik di media sosial. Sepasang remaja itu disebut telah diamankan warga setelah ditemukan berada di dalam mushola dengan kondisi yang dinilai tidak pantas.
Lantas, bagaimana sebenarnya awal mula kejadian yang melibatkan pasangan remaja di sebuah mushola Kebumen tersebut? Begini ceritanya.
Tidur Berpelukan di Dalam Mushola
Dalam video yang beredar, kedua remaja terlihat berbaring di dalam mushola dan tampak berpelukan.
Aksi itu memicu reaksi warga sekitar yang menilai tindakan tersebut tidak sesuai dengan fungsi mushola sebagai tempat ibadah.
Berdasarkan informasi yang beredar, remaja pria dalam video diketahui berinisial LA yang diduga berasal dari Desa Argosari, Kabupaten Kebumen.
“Sementara beberapa sumber lain menyebut (LA) dari Karangduwur, Kabupaten Kebumen,” tulis postingan yang sama.
Remaja perempuan yang bersama LA diketahui berinisial R. Hingga saat ini, identitas keduanya belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas setempat.
Ditegur Warga hingga Disiram Air
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian memberikan teguran secara langsung.
Dalam rekaman video, warga terlihat membangunkan keduanya dengan menyiram air agar segera bangun dan meninggalkan lokasi.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para pengunjung tempat wisata untuk tetap menjaga etika dan menghormati fasilitas umum, terlebih tempat ibadah.
“Mushola yang disediakan di area wisata sejatinya diperuntukkan bagi pengunjung untuk beribadah dan beristirahat dengan tetap menjaga kesopanan,” tulis postingan tersebut.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait tindak lanjut kejadian tersebut.
Kendati demikian, sebagian publik berharap penanganan yang bijak dengan mempertimbangkan aspek hukum serta nilai-nilai sosial yang berlaku bagi masyarakat setempat.
Sampai dengan Kamis, 2 April 2026, pukul 10.00 WIB, unggahan tersebut telah disukai oleh 60,2 ribu pengguna Instagram.***
