KUPASNEWS.com – Kondisi Hutan Lindung (HL) Bukit Daun yang membentang di Kabupaten Bengkulu Utara, Lebong, dan Bengkulu Tengah kini semakin memprihatinkan.

Kawasan yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air utama bagi masyarakat Provinsi Bengkulu tersebut terus menyusut akibat maraknya perambahan ilegal yang kian terorganisir.

Hasil penelusuran menunjukkan adanya pergeseran motif perambahan.

Aktivitas ini tidak lagi sebatas untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi telah mengarah pada komersialisasi lahan dalam skala luas.

Dengan pola tebang-bakar, vegetasi hutan primer secara bertahap berubah menjadi perkebunan sawit, dimulai dari perbatasan permukiman hingga merambah ke area punggungan bukit.

Seorang narasumber dari desa penyangga pada Minggu (5/4) mengungkapkan adanya praktik jual-beli hak kelola secara ilegal di kawasan tersebut.

“Perambahan ini bukan sekadar urusan perut, tapi sudah ada spekulasi lahan. Hutan ditebang, ditanami, lalu dalam beberapa tahun ‘hak kelolanya’ diperjualbelikan di bawah tangan,” jelasnya.

Perusakan kawasan hutan ini disebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari warga lokal yang memperluas lahan hingga investor pendatang bermodal besar yang mempekerjakan tenaga kerja upahan.

Selain itu, terdapat oknum yang mengklaim memiliki alas hak di dalam kawasan lindung untuk kemudian menjualnya kepada pihak ketiga.

Dampak ekologis mulai dirasakan masyarakat, antara lain menurunnya debit air sungai serta meningkatnya potensi longsor dan banjir bandang di desa-desa penyangga.

Sementara itu, Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Provinsi Bengkulu secara rutin melakukan operasi penertiban, namun luasnya wilayah dan keterbatasan personel masih menjadi kendala.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala KPHL Bukit Daun Provinsi Bengkulu, Yudi Riswanda, menyampaikan apresiasi atas kepedulian berbagai pihak terhadap kelestarian hutan dan mengajak untuk memperkuat koordinasi.

Melalui pesan singkat pada Senin (6/4), ia menyampaikan ajakan untuk berdiskusi lebih lanjut.

“Terima kasih sudah sama-sama peduli menjaga kawasan hutan kita, semoga kita bisa berdiskusi di kantor,” tulis Yudi melalui pesan WhatsApp.***