KUPASNEWS.COM– Dua program unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara melalui Dinas Perkebunan (Disbun) kabupaten setempat kini dapat dirasakan oleh masyarakat.

Program ini adalah replanting kelapa sawit dan ekstensifikasi atau disebut dengan pengembangan perkebunan.

“Kita ada dua program, ketika petani tidak bisa masuk ke dalam program replanting. Karena lahan yang diusulkannya itu bukan kelapa sawit, atau karet tua, atau lahan yang tidak produktif lagi akan kita usulkan masuk ke dalam program Ekstensifikasi,” kata Kepala Disbun Bengkulu Utara, Desmon Siboro, SH. Rabu (17/01/2024).

Tahun 2024 Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Bengkulu Utara kembali menargetkan untuk program replanting kelapa sawit seluas dua ribu hektar.

“Tahun ini untuk program replanting kelapa sawit sudah kita usulkan ke Kementerian untuk dua ribu hektar,” ujarnya.

Desmon menjelaskan, dalam program replanting 2 ribu hektar yang ditegetkan, pihaknya dalam waktu dekat akan mengadakan sosialisasi program di 18 Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Utara.

“Hanya satu kecamatan yakni enggano yang tidak dapat mengikuti program ini, sebab sesuai dengan tata ruang wilayah. Jadi untuk 18 kecamatan akan kita sisir, sosialisasi ini akan kita laksanakan pada bulan Februari,” kata dia.

Desmon menambahkan, untuk program replanting sesuai dengan amanat Inpres No 6 Tahun 2019 Tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan. 

Bagaimana program ini dapat dinikmati oleh seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bengkulu Utara, dan pihaknya mesti mensosialisasikan program ini. Sehingga masyarakat mengetahui bahwa program ini ada.

‘Tujuan program ini tidak lain adalah untuk meningkatkan produktivitas kebun masyarakat, dan itu memang perlu menjadi perhatian serius,” ucap Desmon. 

Desmon mengatakan, saat ini untuk perkebunan rakyat di Bengkulu Utara sudah mencapai 90 ribu hektar, dan hasil produksi masih di bawah rata-rata. Artinya masih banyak tanaman yang rusak, bibit yang tidak produktif, dan tanaman yang tidak produktif lagi. 

“Nah, inilah yang harus kita tingkatkan,’ ujarnya.

Menurut Desmon, tanaman produktif itu rata-rata hasilnya diatas 10 ton per hektar per tahun. Sementara berdasarkan sumber statistik kebun masyarakat masih dibawah 10 ton per hektar per tahunnya. 

Ia berharap untuk kelompok dalam program replanting kelapa sawit ini bisa tepat sasaran, tepat guna dan tepat mutu di tengah-tengah masyarakat. 

“Untuk program ekstensifikasi pemerintah akan memberikan bantuan berupa bibit, pupuk dan pestisida. Namun untuk pengolahan lahan itu swadaya dari masyarakat sendiri,” demikian Desmon.